Laman

THANK YOU FOR VISIT OUR BLOG
(.^_~.)

Minggu, 03 Februari 2013

Modul Kelompok 8

MODUL PEMBELAJARAN ZOOLOGI INVERTEBRATA

8. Arthropoda


1.     Definisi
Arthropoda berasal dari kata arthros berarti sendi/ruas dan podos berarti kaki.Jadi, Arthropoda berarti hewan yang mempunyai kaki beruas-ruas; hidupnya di air, darat, tanah dan di lingkungan udara.
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthro yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Organisme yang tergolong filum arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku. Hewan ini memiliki jumlah spesies yang saat ini telah diketahui sekitar 900.000 spesies. Hewan yang tergolong arthropoda hidup di darat sampai ketinggian 6.000 m, sedangkan yang hidup di air dapat ditemukan sampai kedalaman 10.000 meter.
2.     Ciri Umum Phylum Arthropoda
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh : laba-laba, lipan, kalajengking, jangkrik, belalang, caplak, bangsat, kaki seribu, udang, lalat / laler, kecoa.
Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil.Begitu pula dengan bentuk Arthropoda pun beragam.
Hewan arthropoda memiliki bentuk tubuh simetri bilateral, triploblastik selomata, dan tubuhnya bersegmen. Tubuh ditutupi lapisan kutikula yang merupakan rangka luar (eksosketelon). Ketebalan kutikula sangan bervariasi, tergantung dari spesies hewannya. Kutikula dihasilkan oleh epidermis yang terdiri atas protein dan lapisan kitin. Pada waktu serangga mengadakan pertumbuhan, kutikula akan mengalami pengelupasan.
Kutikula berfungsi melindungi tubuh bagian dalam, memberi bentuk pada tubuh serangga dan dapat menjadi tempat melekatnya otot, terutama yang berhubungan dengan alat gerak. Otot serangga merupakan otot serat lintang yang susunannya sangat kompleks. Otot ini diperlukan untuk melakukan gerakan yang cepat.
Tubuh Arthropoda terdiri atas caput (kepala), toraks(dada), dan abdomen (perut) yang bersegmen-segmen. Pada laba-laba dan udang, kepala dan dadanya bersatu membentuk sefalotoraks, tetapi ada juga spesies yang sulit dibedakan antara kepala, toraks, dan abdomennya, seperti pada lipan. Pada tiap-tiap segmen tubuh ada yang dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak dilengkapi alat gerak.
Hewan arthropoda memiliki organ sensoris yang sudan berkembang, seperti mata, penciuman, serta antena yang berfungsi sebagai alat peraba dan pencium. Tingkat perkembangannya sesuai dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya.
Sitem peredaran darah terdiri atas jantung di bagian dorsal. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah terbuka yang tidak memiliki kapiler darah. Jantung berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh. Hewan arthropoda yang hidup di air ada yang bernapas dengan menggunakan insang, sistem trakea, paru-paru buku, atau pada beberapa spesies melalui permukaan tubuh. Sistem ekskresi menggunakan saluran malpighi. Sistem saraf dinamakan sistem saraf tangga tali karena terdiri atas dua ganglion dorsal yang memiliki dua saraf tepi. Setiap saraf trepi dihubungkan oleh saraf melintang sehingga merupakan tangga tali. Sistem pencernaan dimulai dari mulut, usus, dan anus. Mulut ada yang berfungsi untuk menjilat seperti pada lalat, menusuk dan menghisap seperti pada nyamuk, serta menggigit seperti pada semut.
Anggota filum arthropoda dapat dibedakan menjadi hewan jantan dan betina. Fertilisasi arthropoda terjadi secara internal. Telur banyak mengandung kuning telur yang tertutup oleh cangkang. Hewan arthropoda ada yang mengalami metemorfosis sempurna, metemorfosis tidak sempurna, dan ada yang tidak bermetamorfosis.
Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan). Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua). Hasil fertilisasi berupa telur.
Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu,capung,belalang, dan lebah. Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang rumput.
Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali.

3.     Klasifikasi-Metamorfosis-Ciri Khusus

Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu:
1)      Kelas Crustacea (golongan udang)
2)      Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba)
3)      Kelas Mriyapoda (golongan luwing)
4)      Kelas Insecta (serangga)

A.    Insecta 

1)      Definisi
Insecta (insecti = serangga) meliputi 90% dari sekitar satu juta Arthropoda. Banyak anggota hewan kelompok ini yang sering di jumpai di lingkungan sekitar kita, misalnya nyamuk, lalat, kupu-kupu, capung, semut, jangkrik, belalang dan lebah.Anggota kelompok kelas Insecta sangat beragam, namun memiliki cirri khusus, yaitu kakinya berjumlah enam buah. Oleh karena itu, Insecta dinamakan juga Hexapoda (hexa = enam, podos = kaki)
Insecta dapat hidup di berbagai habitat, yaitu di air tawar, laut dan darat.Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrate yang dapat terbang.Insecta ada yang memakan sisa organisme, beberapa jenis hidup parasit dalam tubuh tumbuhan, hewan, termasuk manusia. Jenis lainnya hidup secara simbiosis dengan organisme lain.

2)      Ciri-ciri Insecta
-          Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kapala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen)
-          Kepala dengan:
a.       Satu pasang mata majemuk (facet), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba.
b.      Alat mulut yang disesuaikan dengan mengunyah, menghisap, menjilat, dan menggigit.
-          Bagian mulut terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum), serta bibir bawah (labium)
-          Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu: prothorax, mesothorax, dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.
-          Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya.
-          Perut (abdomen) memiliki 11 ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertaman terdapat alat pendengaran atau membran tympanum
-          Alat pencernaan terdiri atas: mulur, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rectum, dan anus
-          Sistem saraf tangga tali
-          Sistem saraf tangga tali
-          Sistem pernapasan dengan sistem trakea
-          Sistem peredaran darah terbuka
-          Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal
-          Tempat hidup di air dan di darat
-          Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorphosis) dari telur sampai dewasa

  
3)      Reproduksi Insecta
Organ kelamin Insecta berumah dua.Alat kelamin terletak pada segmen terakhir abdomen.Fertilisasi terjadi secara internal. Beberapa insecta meletakkan telur pada tumbuhan yang akan menjadi makanan bagi Insecta muda. Insecta lainnya menggunakan tubuh Insecta jenis lainnya untuk mengasuh keturunannya.

Metamorfosis tidak sempurna terjadi pada ordo Orthoptera, Hemiptera, dan Homoptera.Kelompok Insekta ada dua kelas, berdasarkan ada tidaknya sayap, yaitu Insekta yang tidak mempunyai sayap (apterygota) contohnya adalah kutu buku dan yang mempunyai sayap (pterygota).Kelas ini dibagi lagi menjadi beberapa ordo dengan mengamati sayap dan mulutnya.

1.       Apterygota
Ordo : Tysanura

Ciri-ciri:
·         Panjang 50 cm
·         Abdomen 11 segmen
·         Bersisik, warna putih
·         Terdapat stilus
·         Merusak buku

2.       Pterygota
a.       Eksopterygota
Ordo : Orthoptera

Ciri-ciri:
·         Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan lebih besar
·         Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya
·         Hewan betinanya mempunya ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur
·         Tipe mulutnya menggigit
Contohnya: belalang (Dissostura sp.), belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum), belalang sembah (Stagmomantis sp.), Kecoa (Blatta orientalis), gangsir tanah (Gryllotalpa sp.), jangkrik (Gryllus sp.)


Ordo :Hemiptera
Ciri-ciri:
·         Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput
·         Tipe mulut menusuk dan menghisap
·         Metamorfosis tidak sempurna
Contoh : Walang sangit (Leptocorixa acuta), Kumbang cokelat (Podops vermiculata), Kutu busuk (Eimex lectularius), kepinding air (Lethoverus sp.)

Ordo : Homoptera
Ciri-ciri:
·         Tipe mulut menghisap
·         Mempunyai dua pasang sayap
·         Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan
·         Metamorfosis tidak sempurna
Contohnya : Tonggeret (Dundubia manifera), Wareng hijau (Nephotetix apicalis), Wareng cokelat (Nilapervata lugens), Kutu kepala (Pediulushumanus capitis), Kutu daun (Aphid sp.)

Ordo :Odonata
Ciri-ciri:
·         Mempunyai 2 pasang sayap
·         Tipe mulut mengunyah
·         Metamorfosis tidak sempurna
·         Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
·         Antenannya pendek
·         Larva hidup di air
·         Bersifat karnivor
Contohnya : Capung (Aeshna sp.), Capung besar (Epiophlebia sp.)

b.      Endopterygota
Ordo : Coleoptera
Ciri-ciri:
·         Mempunyai dua pasang sayap
·         Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elytra, sayap belakang seperti selaput
·         Mengalami metamorphosis sempurna
·         Tipe mulut menggigit
Contoh : Kumbang kelapa (Orytec rhinoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit, dll. Kumbang buas air (Dystisticus marginalis). Kumbang beras (Calandra oryzae)

Ordo : Hymenoptera
Ciri-ciri :
·         Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput
·         Tipe mulut menggigit
Contoh : Lebah madu (Apis mellifera), Kumbang penghisap madu (Xylocopa sp.) biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah

Ordo : Diptera
Ciri-ciri
·         Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter
·         Mengalami metamorphosis sempurna
·         Tipe mulut ada yang menusuk dan menghisap atau menjilat dan menghisap, membentuk mulut seperti belalai disebut proboscis
Contohnya : Lalat ( Musca domestica), Nyamuk biasa Culex natigans), Nyamuk Anopheles

Ordo :Lepidoptera
Ciri-ciri
·         Mempunyai dua pasang sayap yang dilapisi sisik
·         Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: Telur-larva-kepompong (pupa)-imago
·         Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.       Pupa mummi : bagian badan kepompong terlihat dari luar
b.      Pupa kokon : Bagian tubuh pupa terlindung kokon
·         Tipe mulut menghisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan

B.    Arachnida
1)      Ciri-ciri Arachnida
-          Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina
-          Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antenna, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut, kalisera, dan pedipalpus
-          Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada
-          Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelanjar coxal
-          Alat pernapasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku
-          Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (didalam)
-          Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia
-          Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk menghisap serta memiliki kelenjar racun
-          Habitat didarat, pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasite. Biasanya hidup didaerah tropic dan panas. Tinggal dibawah tanah dan dalam ruangan yang kotor.


1.       Ordo Scorpionida
Ciri-ciri:
·         Perut berbuku-buku
·         Segmen terakhir menjadi alat sengat
·         Terdapat empat pasang kaki
·         Terdapat pediplpus
·         Sepasang kalisera
Contoh : Bututhus after, Thelyphonus

2.       Ordo : Arachnoidea
Ciri-ciri:
·         Terdapat sefalothorax
·         Abdomen membulat dan tidak bersegmen
·         Alat gerak kalisera
·         Memiliki 4 pasang kaki
·         Terdapat Spinneret
Contoh : Heteropoda venatoria, Nephila maculate

3.       Ordo : Acarina
Ciri-ciri
·         Abdomen bersatu dengan sefalothorax
·         Parasit
Contoh : Sarcoptes scabei, Dermconter andersoni
2)      Sistem Organ
·         Respirasi dengan menggunakan paru-paru buku yang terletak didareah perut depan
·         Sistem pencernaannya adalah mulut-perut-usus halus-usus besar-kantung-feses-anus.
·         Sistem peredaran darah terbuka dan menggunakan jantung pembuluh serta arteri
·         Sistem saraf berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut sistem saraf tangga tali
·         Sistem reproduksi secara seksual /fertilisasi internal

3)      Daur Hidup Laba-laba


4)      Contoh Hewan



C.     Crustacea
1)      Definisi
Kelompok Crustacea (Latin, crusta = kulit) memiliki kulit (skeleton) yang keras. Udang dan kepiting adalah contoh kelompok hewan filum ini.

2)      Ciri-ciri Crustacea
a.       Struktur tubuh:
-          Tubuh crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada jadi satu) serta abdomen (perut)
-          Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang) sempit
-          Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:
a)      2 pasang antena
b)      1 pasang mandibular, untuk menggigit mangsanya
c)       1 pasang maxilla
d)      1 pasang maksilliped

b.      Sistem organ:
-          Sistem pencernaan
Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus, dan anus terletak dibagian posterior
-          Sistem saraf tangga tali
-          Sistem peredaran darah terbuka
-          Sistem pernapasan
Umumnya bernapas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernapas dengan seluruh permukaan tubuhnya
-          Alat reproduksi
Pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasang kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (diluar tubuh)

3)      Struktur Tubuh

Anatomi Udang (Cambarus bartoni)

Udang memiliki skeleton yang keras untuk melindungi tubuhnya.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu kaput dan toraks yang menyatu membentuk sefalotoraks, serta abdomen.Bagian sefalotoraks dilindungi oleh skeleton yang keras berupa karapaks.Karapaks memiliki duri diujung anteriornya yang disebut rostrum.Didekat rostrum terdapat mata faset (mata majemuk) yang bertangkai.

4)      Sistem Pencernaan
Saluran pencernaan udang terdiri dari mulut, esophagus, lambung, usus, dan anus.Mulut dan esophagus terletak dibagian bawah sefalotoraks.Saluran pencernaan dari lambung sampai usus terletak disepanjang bagian dorsal tubuh.Lambung terletak dibagian sefalotoraks dan usus terletak diabdomen.Anus berada di bagian ujung posterior tubuh.Makanan udang berupa berudu, larva, serangga, dan ikan-ikan kecil.

5)      Sistem Reproduksi
Sistem reproduksinya bersifat diesis (berkelamin satu).Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi  larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang, dan bersilia.
6)      Peran Menguntungkan
·         Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi. Misal udang galah (Macrobrachium rosenbergii), udang windu (Penaeus monodon), kepiting (Scylla serrata), dan udang karang (Panulirus versicolor).
·         Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica).
·         Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)

7)      Peran Merugikan
a.       Vector perantara penyakit pada manusia. Misal, nyamuk Anopheles yang menyebabkan penyakit malaria, nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah, lalat tsetse (Glossina palpalis) sebagai penyebab penyakit tidur, dan lalat rumah (Musca domestica) sebagai penyebab penyakit tifus.
b.      Menimbulkan gangguan pada manusia. Misal, caplak penyebab kudis (Sarcoptes scabei), kutu kepala (Pediculuc capitis), dan kutu busuk (Cynex rotundus).
c.       Hama tanaman pangan dan industri. Contoh wereng coklat (Nilaparvata lugens) dan kumbang tanduk (Orycies rhinoceros).
d.      Perusak makanan. Contoh kutu gabah (Rhyzopetra dominica)
e.      Perusak produk berbahan baku alam. Contoh, rayap dan kutu buku (Lepisma saccharina)  
f.        Bersifat parasit, yaitu membuat lobang pada katu bagian luar kapal.


1.       Entomostraca
·         Branchiopoda, tubuh transparan dan pucat. Panjang tubuh hanya beberapa millimeter. Bersifat parthenogenesis, dan larvanya dinamakan nauplius.
Misalnya: Daphnia pulex, Notostraca, dan Conchostraca.
·         Cepepoda, tubuhnya terdiri atas kepala, dada dan perut.
Cara hidupnya ada yang parasit, da nada yang hidup bebas.
Misalnya: Cyclops viridis, Penella exocoeti.
·         Ostracoda, merupakan zooplankton dan bergerak dengan antena.
Misalnya: Crypis virens
·         Branchiura, parasite pada organisme perairan. Hewan tersebut mempunyai karapaks lebar.
Misalnya: Argulus indicus
·         Cirripedia, hidup dilaut secara bebas atau melekat pada suatu tempat. Tubuh ditutupi oleh cangkang dari kapur
Misalnya: Lepas

2.       Malacostraca
·         Isopoda, tubuhnya terdiri atas 20 segmen dan mempunyai kaki yang sama. Hidup di air tawar (parasite pada ikan) dan ada yang hidup pada kayu-kayu kapal yang merugikan karena menggerek kayu
Misalnya: Oniscus asellus
·         Stomatopoda, Tubuhnya mirip dengan belalang, kaki yang berasal dari rahang panjang dan besar, serta insang terletak pada kaki badan belakang.
Misalnya: Squilla empusa
·         Decapoda, berkaki sepuluh dan mengandung arti ekonomi karena banyak peranannya bagi kehidupan
Misalnya: Udang gajah (Macrobachium rosonbergii), Udang windu (penaeua monodon), udang satang (Birgus latro), dan Yuyu (Pratelpausa maculate)


D.    Mriyapoda
1.       Ordo : Chilopoda
Ciri-cirinya:
·         Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15-173 ruas). Tiap ruas memiliki 1 pasang kaki, kecuali ruas (segmen) dibelakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen dibelakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, Mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivor
·         Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya adri mulut sampai anus. Alat ekskresi berupa 2 buah saluran malphigi
·         Respirasi (pernapasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas
·         Habitat dibawah batu-batuan /timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipede
·         Contohnya: Kelabang (Lithobius forticatus) dan Scolopendra morsitans

2.       Ordo : Diplopoda
Ciri-cirinya:
·         Tubuh terbentuk silindris dan beruas-ruas (25-100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ketujuh, satu atau dua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi
·         Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal
·         Hidup ditempat yang lembap dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk
·         Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang
·         Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi

4.     Contoh dan Peranan

Peranan
Menguntungkan:
·         Sumber makanan
·         Bahan industry
·         Membantu bidang pertanian
·         Keseimbangan ekologi
·         Sebagai sumber makanan, misalnya kepiting, udang, dan lebah madu.
·         Sebagai bahan industry, misalnya ulat sutra (bombyx mori) yang menghasilkan benang sutra dank utu lax (laccifer leca) yang dapat menghasilkan lapisan lak untuk pernis.
·         Membantu dibidang pertanian dan perkebunan terutama dari insect yang dapat membantu penyerbukan, mislanya lebah madu dan bermacam-macam kupu-kupu
·         Penting dalam keseimbangan ekologi yang berperan sebagai decomposer perintis, misalnya keluing dan anai-anai.

Merugikan:
·         Perantara penyakitpada manusia
·         Penyakit pada hewan
·         Hama tanaman
·         Hama gudang
·         Parasit
·         Merusak bangunan
·         Sebagai inang perantara penyakit pada manusia (hospes intermediet), anatara lain :

Penyakit
Penyebab
Pembawa
Ordo
Malaria
Plasmodium
Anopeles
Diptera
Demam Berdarah
Virus
Aedes aegypti
Diptera
Penyakit tidur
Trypanosoma
Glossina palpalis
Diptera
Tifus
Bakteri
Musca domestica
Diptera
Pes
Pasteurela pestis
Xenopsylla
Siponaptera


·         Penyebab penyakit pada hewan :
a)      Ergasillus versicolor, ektoparasit pada lele
b)      Argulus laticanda, ektoparasit pada sidat
c)       Cyclops, sebagai hospes intermediet Diphylobotricum latum
·         Bermacam-macam serangga hama tanaman
·         Sebagai hama gudang atau hama makanan simpanan, terutama kumbang beras
·         Menimbulkan gangguan langsung pada manusia atau hewan ternak sebagai parasite, misalnya, Sarcoptes scabei, penyebab kudis, kutu kepala, dan kutu busuk

Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi

    Kulit Udang Sebagai Pencegaha Pendarahan
Pada era teknologi, banyak saja para ahli maupun peneliti banyak menemukan penemuan-penemuan yang baru, dan penemuan-penemuan banyak sekali di temukan di bidang kesehatan. Baik dalam pengobatan tradisional, maupun pengobatan medis yang pada saat ini dibutuhkan oleh umat manusia karena saat ni banyak sekali penyakit-penyakit yang sampai saat ini belum diketahui obatnya, padahal tanpa kita sadari bahwa banyak seklai obat-obatan tradisional yang manfaatnya sangat besar, slah satunya yaitu kulit udang.
Udang kita ketahui identic sebagai lauk pauk yang berprotein tinggi, sebagai penghias aquarium, padahal kulit udangpun ternyata dapat bermanfaat sebagai pencegah pendarahan bila ditambah sedikit dengan cuka, lalu dioleskan pada luka walaupun akan menimbulkan rasa sakit yang hebat dan rasa panas. Tetapi dalam tiga hari kemudan luka itu akan mongering tanpa ada kotoran yang mengakibatkan infeksi karena sudah terbersihkan oleh cuka.
Seperti yang dilakukan para ilmuwan dari Potland, Oregon yang membuat suatu senyawa yang kental dan lengket dari kulit udang yang bias dijadikan obat untuk menganggulangi masalah pendarahan prajurit yang sedang berperang di kawasan teluk saat invasi AS ke irak berlangsung.

Sumber. Harian Umum Pikiran Rakyat 16 Mei 2003

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar